Langsung ke isi
Sabtu, 3 Oktober 202608.48 WIT
TIDORE · MALUKU UTARA
Pemerintahan

Polda Malut Gelar Deklarasi Perdamaian di Patani Barat

Polda Malut menyelenggarakan deklarasi perdamaian di Kecamatan Patani Barat untuk mengakhiri konflik dan merajut kembali persaudaraan masyarakat.

Bagikan
Wakil Forkopimda bersama masyarakat Kecamatan Patani Barat usai mengikuti deklarasi perdamaian Jumat (2/10/2026) di Weda.
Wakil Forkopimda bersama masyarakat Kecamatan Patani Barat usai mengikuti deklarasi perdamaian Jumat (2/10/2026) di Weda. (Foto: RRI.co.id)

WEDA — Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Maluku Utara menggelar deklarasi perdamaian dengan melibatkan masyarakat Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah. Acara ini bertujuan merajut kembali persaudaraan serta meneguhkan komitmen bersama dalam mengakhiri konflik yang telah terjadi.

Kegiatan diselenggarakan Jumat (2/10/2026) di Kantor Bupati Halmahera Tengah dan menghadirkan Wakil Gubernur Maluku Utara, Wakil Kepala Polda, Bupati, serta pimpinan daerah dari tingkat provinsi dan kabupaten. Turut hadir kepala desa dari enam desa, camat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama setempat.

Melalui Wakil Kepala Polda Brigjen Pol. Slamet Haryadi, Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman mengatakan bahwa deklarasi ini bukan untuk mengingatkan kembali perbedaan, melainkan untuk meneguhkan perdamaian sebagai pilihan bersama. Arif menyebut persoalan antara individu tidak boleh berkembang menjadi konflik yang diwariskan ke generasi berikutnya.

“Sebagai Kapolda Maluku Utara sekaligus inisiator perdamaian, saya mengajak seluruh masyarakat Banemo, Sibenpopo, dan desa-desa yang hadir untuk membuka lembaran baru. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi kita tidak boleh bermusuhan,” kata Arif.

Arif menekankan bahwa permasalahan dapat diselesaikan melalui cara bermartabat, berbasis hukum, dan musyawarah, bukan kekerasan. Keamanan dan perdamaian, menurut dia, bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama masyarakat.

Kepada kepala desa dan tokoh masyarakat, Arif meminta mereka menjadi penjaga perdamaian di wilayah masing-masing. Mereka diimbau tidak mudah terprovokasi, tidak menyebarkan berita yang memperkeruh situasi, dan tidak memberikan ruang bagi pihak manapun yang ingin menghidupkan kembali konflik.

Arif berharap kesepakatan dalam deklarasi bukan hanya catatan simbolis, tetapi menjadi janji moral yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Ia meminta masyarakat mewariskan perdamaian dan persaudaraan, bukan dendam dan ketakutan, kepada generasi mendatang. (A1)

Sumber: https://rri.co.id/ternate/regional/2783116/wariskan-semangat-persaudaraan-polda-gelar-deklarasi-perdamaian-patani-barat

— AKHIR BERITA —
Bagikan

Berita Terkait