Langsung ke isi
Jumat, 2 Oktober 202607.47 WIT
TIDORE · MALUKU UTARA
Lingkungan

PKK Tidore Jadikan Pekarangan Rumah Sumber Pangan dan Ekonomi Keluarga.

TP-PKK Kota Tidore Kepulauan menilai lomba Gerakan Menanam di Pekarangan (Gempar) di tiga wilayah untuk memilih wakil Tidore ke lomba tingkat Provinsi Maluku Utara.

Bagikan
Ketua TP-PKK Kota Tidore Kepulauan Rahmawati Muhammad Sinen bersama pengurus PKK dan peserta memegang bibit tanaman saat penilaian lomba Gerakan Menanam di Pekarangan (Gempar) tingkat Kota Tidore Kepulauan, Rabu (30/9/2026).

TIDORE — Pekarangan rumah tak hanya dipandang sebagai ruang kosong. Bagi Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, lahan di sekitar rumah dapat menjadi sumber pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga.

Semangat itu terlihat dalam penilaian lomba Gerakan Menanam di Pekarangan (Gempar) tingkat Kota Tidore Kepulauan, Rabu (30/9/2026).

Ketua TP-PKK Kota Tidore Kepulauan, Rahmawati Muhammad Sinen, didampingi Ketua IV TP-PKK Kota Tidore Kepulauan, Ferawati Abdurrahman Arsyad, bersama anggota turun langsung melakukan penilaian di sejumlah lokasi peserta.

Penilaian ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan Kota Tidore Kepulauan menghadapi lomba Gempar tingkat Provinsi Maluku Utara yang diselenggarakan PW Muslimat NU Maluku Utara bersama TP-PKK Provinsi Maluku Utara.

Kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK yang akan dilaksanakan di Kabupaten Halmahera Timur.

Rahmawati mengatakan, gerakan menanam di pekarangan memiliki manfaat yang langsung dirasakan keluarga. Tanaman yang dibudidayakan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga sekaligus memiliki nilai ekonomi.

“Gerakan menanam di pekarangan ini sangat baik untuk dilakukan di setiap rumah-rumah masyarakat. Selain bisa dikonsumsi oleh keluarga, juga dapat menunjang ekonomi keluarga,” kata Rahmawati.

Menurut dia, lomba Gempar bukan semata-mata tentang kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pemicu agar masyarakat semakin aktif memanfaatkan pekarangan rumah.

Rahmawati pun menyampaikan apresiasi kepada TP-PKK Provinsi Maluku Utara dan Muslimat NU Maluku Utara yang telah menggagas kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ketua TP-PKK Provinsi Maluku Utara bersama Muslimat NU Maluku Utara yang telah menyelenggarakan lomba Gempar ini, sehingga ini juga memacu semangat kita untuk terus menghijaukan Tidore dan terus memberikan manfaat bagi keluarga,” ujarnya.

Ia berharap gerakan tersebut dapat berkembang menjadi kebiasaan masyarakat, dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.

Untuk mewujudkan hal itu, Rahmawati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara TP-PKK Kota Tidore Kepulauan dan NU Kota Tidore Kepulauan.

“Kami sangat berharap kolaborasi dan dukungan dari NU Kota Tidore sehingga kerja sama ini tetap berjalan dengan baik, dan kita mampu menghijaukan Tidore yang dimulai dengan gerakan menanam di pekarangan masing-masing rumah,” harapnya.

Tiga Wilayah Bersaing

Dalam lomba Gempar tingkat Kota Tidore Kepulauan, tiga wilayah ditetapkan sebagai peserta.

Ketiganya yakni Kelurahan Indonesiana, Kecamatan Tidore; Kelurahan Dowora, Kecamatan Tidore Timur; dan Desa Balbar, Kecamatan Oba Utara.

Dari tiga peserta tersebut, nantinya akan dipilih satu kelurahan atau desa yang akan mewakili Kota Tidore Kepulauan dalam lomba Gempar tingkat Provinsi Maluku Utara.

Harapan untuk membawa nama Tidore ke tingkat provinsi pun menjadi bagian dari penilaian tersebut. Namun, di balik kompetisi itu, gerakan menanam di pekarangan diharapkan tetap menjadi gerakan bersama masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan, menghijaukan lingkungan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.

Kegiatan penilaian turut dihadiri Ketua dan anggota NU Kota Tidore Kepulauan, Camat Tidore, Camat Tidore Timur, Lurah Indonesiana, Lurah Dowora, serta Ketua dan anggota TP-PKK kelurahan. (A1)

— AKHIR BERITA —
Bagikan

Berita Terkait