Langsung ke isi
Jumat, 2 Oktober 202607.46 WIT
TIDORE · MALUKU UTARA
Pendidikan

40 Kepala Sekolah di Maluku Utara Digembleng Nilai Juang 1945

Sebanyak 40 kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB di Ternate dan Tidore mengikuti pelatihan Nilai-Nilai Juang 1945 yang digelar LVRI bersama Dikbud Maluku Utara selama sepekan.

Bagikan
Para veteran LVRI, unsur TNI-Polri, dan pejabat Pemprov Maluku Utara berfoto bersama saat pembukaan Pelatihan Jiwa, Semangat, dan Nilai-Nilai Juang 1945 bagi kepala sekolah SMA/SMK se-Maluku Utara, Senin (28/9/2026).

TERNATE — Sebanyak 40 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kota Ternate dan Tidore mengikuti pelatihan Jiwa, Semangat, dan Nilai-Nilai Juang 1945 yang digelar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara.

Kegiatan yang berlangsung di Muara Hotel Ternate, Senin (28/9/2026), dibuka Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe. Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama satu pekan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah mengatakan, kepala sekolah dipilih sebagai peserta karena memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter peserta didik.

Menurut dia, penguatan karakter melalui kepala sekolah diharapkan dapat diteruskan kepada guru dan siswa di lingkungan sekolah.

“Kalau kita melatih kepala sekolah, upaya untuk membangun karakter siswa atau generasi itu lebih efektif,” kata Abubakar seusai pembukaan kegiatan.

Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara dalam kegiatan tersebut berperan menyiapkan peserta. Sementara fasilitasi pelatihan dilakukan oleh LVRI.

Abubakar mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai sejalan dengan program pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah.

Penguatan karakter, kata dia, juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif, termasuk mencegah perundungan maupun kekerasan terhadap peserta didik.

“Ini menyempurnakan program yang sudah kita jalankan selama ini di sekolah-sekolah tentang pembangunan karakter,” ujarnya.

Abubakar juga mengingatkan agar keikutsertaan kepala sekolah dalam pelatihan tidak mengganggu pelayanan pendidikan di sekolah.

Selama mengikuti kegiatan, kepala sekolah diminta mendelegasikan sebagian tugas kepada wakil kepala sekolah. Dengan begitu, proses pembelajaran, supervisi kelas, hingga pengelolaan lingkungan sekolah tetap berjalan.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara juga tengah merencanakan kegiatan kemah karakter yang akan melibatkan sekitar 500 peserta di Kota Sofifi.

Kegiatan tersebut rencananya menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun Provinsi Maluku Utara.

Sementara itu, Kepala Departemen Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai Juang 1945 LVRI, H.M. Rudjiono, mengatakan pelatihan tersebut menjadi ruang bagi kepala sekolah untuk kembali memahami nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan.

Pemahaman itu, kata dia, diharapkan tidak berhenti pada peserta pelatihan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sekolah.

“Kami berharap kepala sekolah mengikuti dengan baik selama satu minggu ini, sehingga betul-betul mampu memahami nilai-nilai juang dan semangat ’45, kemudian diterapkan di sekolah,” kata Rudjiono.

Menurut Rudjiono, penguatan pemahaman mengenai nilai kebangsaan penting dilakukan di tengah perubahan tata kelola pemerintahan dan penerapan otonomi daerah.

Melalui pelatihan tersebut, kepala sekolah diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat kebangsaan di lingkungan pendidikan dan meneruskannya kepada guru serta peserta didik.

“Anak-anak harus paham bagaimana bangsa ini bisa merdeka, kenapa bangsa ini harus dimerdekakan, dan untuk apa kemerdekaan itu,” ujarnya.

Pembukaan pelatihan turut dihadiri Danrem 152/Babullah Ternate, para veteran TNI, serta pengurus pusat LVRI. (A1)

— AKHIR BERITA —
Bagikan

Berita Terkait